« May 2005 | Main | October 2005 »

Padi Tahan Hama

(ide cerita ini udah lumayan lama, tp gua bingung bagian tengahnya... Sabar ya)

Ini kisah ttg padi tahan hama. Armand dan Ikhsan adalah dua org yg menempati sebuah rumah kontrakan. Armand tergila-gila dgn gadis cantik bernama Renita yg kebetulan teman Ikhsan, tp sayangnya Renita sama sekali tidak tertarik padanya.

Suatu hari, sebuah paket tanpa alamat pengirim maupun penerima tiba di kontrakan Armand dan Ikhsan. Saat dibuka, ternyata isinya adalah beras. Karena sehari sebelumnya Ikhsan memang memesan beras, mereka pun memakannya tanpa curiga.

Besoknya, mereka berdua berubah 180 derajat. Ikhsan menjadi suka beraksi gila2an bagai penantang maut, yg membuat seorang produser reality show tertarik membuat acara dgn dia sebagai bintangnya.
Sementara, Armand menjadi sangat gentle dan jago melukis. Renita yg ternyata suka melukis pun mulai tertarik padanya, dan hubungan mereka semakin dekat.

Tetapi, sebulan kemudian Armand dan Ikhsan kembali menjadi diri mereka yg sebelumnya. Sang produser pun panik krn Ikhsan tidak lagi bisa melakukan aksi2 berbahaya, padahal syuting blm selesai, bahkan akan ada acara spesial. Sementara, Armand sama sekali tidak ingat cara melukis, padahal ia dan Renita akan mengikuti pameran dlm beberapa hari.

Keadaan menjadi runyam. Produser Ikhsan mengancam akan menuntutnya ke pengadilan bila ia tidak dapat menyelesaikan kontrak. Armand pun kebingungan mencari cara agar tidak mengecewakan Renita pd pameran tsb.

Pada saat terakhir, mereka berdua memutuskan utk datang dan menghadapi tanggung jawab mereka masing2. Dgn menaiki motor stunt Ikhsan, mereka melesat menuju lokasi pameran dan syuting yg kebetulan berdekatan. Armand berhasil tiba pada waktunya dan dapat mengikuti pameran dgn kemampuan seadanya, tetapi Ikhsan mengalami kecelakaan pada saat syuting yg mengakibatkan kerusakan yg sangat besar. Akibatnya, sang produser harus membayar ganti rugi yg besar, ditambah biaya perawatan Ikhsan, dan produksi film dihentikan.Sementara, Renita mengucapkan selamat tinggal pada Armand krn ia merasa hati Armand telah berubah. Mereka kembali menjadi teman biasa...

Sementara itu, di sebuah markas rahasia, seorang kurir dihukum krn menghilangkan satu paket kiriman berbahaya.

Farewell, Grandma...

Jadi pagi ini gua dibangunin jam 4.30 sama Yudi, teman kost gua, dengan kata2, "El, nyokap loe nelpon tuh, katanya nenek loe meninggal..." Dan ternyata emang bener, sekitar jam 3.15, satu jam sebelumnya, beliau menghembuskan napas terakhir di RS Harapan Kita.

Gara-gara kereta yang delay setengah jam dan mobil yang sempat nyasar, waktu gua nyampe tempat pemakaman bukan umumnya (beneran, TPBU) di Parung, Bogor, Buni (panggilan nenek) udah dimakamin. Tapi untung masih sempat mendoakan singkat...

Buni itu sayang banget sama keluarga, dan paling senang kalo lagi kumpul-kumpul dan bercanda sama cucu2nya. Waktu muda, ibunya ibu gua ini sempat jadi guru bahasa Inggris dan Prancis, terus juga sempat nerbitin buku puisi bilingual Indonesia-Inggris sekitar 3 tahun yang lalu.

Bagi gua sendiri, yang paling bikin kehilangan adalah pelukannya tiap kali ketemu dan obrolan2 ringan yang nunjukin bahwa sampai usia senja pun, Buni masih kuat beraktivitas dan terus memperhatikan keluarganya...


DJOEWERIAH POORWO SOEDARMO
20 Oktober 1920-5 September 2005