The point of deception...
Masalah banyak orang adalah sulit untuk mulai suka membaca. Kalo gua, masalahnya adalah kalo udah mulai baca nggak bisa berhenti. Walhasil, seminggu terakhir ini hal2 yg tadinya mau gua laksanain di luar jam kerja nggak ada yg terlaksana, nggak lain dan nggak bukan karena keasyikan baca.
Baca apa? Penasaran kan? Hm, jawabannya adalah novel Dan Brown yg berjudul Deception Point (iyalah, kan ada gambarnya). Buku ini terbit tahun 2001, jadi antara Angels and Demons (2000) sama Da Vinci Code (2003). Tapi setahu gua sampe sekarang Deception Point blm diterjemahin ke bhs Indo, jadi buat yg males baca versi asli, sabar ya... Mimpi kali yeee!!! :-P
Kalo penasaran sama ceritanya, di bawah ini gua kasih sinopsis ceritanya dgn spoiler yg disensor untuk melindungi kepuasan membaca loe. Kalo mau baca spoilernya, sorot aja tulisan yg warnanya putih...
OK, jadi novel ini menceritakan tentang seorang pegawai intel bernama Rachel Sexton, yang kebetulan juga putri dari Senator Sedgewick Sexton (coba ngomongnya cepat 10x, hehe) yg mencalonkan diri sebagai presiden AS. Suatu hari, Rachel dipanggil sama presiden yg lagi ngejabat, Zach Herney, dan dikirim ke daerah Arktik (sekitar kutub utara) untuk menjadi saksi penemuan NASA paling menggemparkan sepanjang sejarah manusia, yaitu meteorit yang berisi fosil serangga luar angkasa (barusan spoiler).
Nah, secara... eh, berhubung Senator Sexton itu kampanyenya anti-NASA, yang katanya ngehabisin duit negara milyaran dolar utk misi2 yg akhirnya gagal (mendingan buat korban Yogya deh), maka penemuan tersebut jelas membahayakan posisi sang Senator. Bukannya Rachel sedih sih, soalnya dia benci banget sama sang bokap yg nelantarin dia dan nyokapnya gara2 ambisi politik. Lagian, ternyata diam2 Senator Sexton udah bikin deal sama perusahaan2 aerospace yg mau merintis bisnis di luar angkasa, kaya pariwisata dan pertambangan (waduh, Indonesia kapan tuh? :-( ), yang dipastikan bakal mematikan kegiatan ilmiah di luar angkasa. Ilmuwan NASA bakal sellout semua, jo! (tahulah ya barusan apaan lagi)
Ternyata, judul novel ini pake kata deception (kebohongan) bukan tanpa alasan. Soalnya, ternyata meteorit itu palsu. Dibikinnya dari batu yg diambil dari dasar Palung Mariana, yang kebetulan ada fosil serangga lautnya terus karakteristik fisika dan kimianya mirip meteorit. Batu itu terus dibakar pake mesin pendorong berbahan bakar hidrogen buatan NASA biar seakan-akan bekas kebakar di atmosfer. (wah, spoilernya panjang2 ya)
Jadilah Rachel dan ilmuwan/TV host ganteng Michael Tolland, yang juga dikirim jadi saksi, dikejar-kejar sama pihak yang nggak mau kebohongan itu kebongkar. Dan dengan semangat hidup dan hasrat menegakkan cinta dan keadilan (Sailor Moon!!) yang membara, mereka berdua, ditambah seorang astrofisikawan nyentrik bernama Corky Marlinson, habis2an mempertahankan diri dari kejaran Delta Force sepanjang di Arktik, sampai diselamatin kapal selam nuklir, terus ngelawan helikopter tempur supercanggih di atas kapalnya Michael di lepas pantai AS, dan akhirnya semua berakhir di Washington dengan hancurnya Senator Sexton oleh nafsunya sendiri. (wah, baca deh novelnya, dari spoilernya aja udah kebayang serunya!!)Nah, pertanyaannya: siapa dalang dari penipuan besar2an terhadap dunia ini? Sang presidenkah? Atau siapa? Yg jelas orangnya sangat berkuasa, secara... eh, soalnya dia bisa ngendaliin satu squad Delta Force, pasukan khusus paling topnya US Army, dan bisa nyediain berbagai peralatan canggih buat squad itu, seperti helikopter stealth sama senjata yg bisa bikin peluru sendiri.
Ada beberapa hal yang bikin gua suka banget sama novel ini. Pertama, kita selalu dibuat penasaran. Banyak banget bagian di mana cuma digambarin tokohnya kaget gitu yg bikin kita bertanya2 "apa sih yg bikin dia kaget?" dan pas jawabannya muncul kita langsung bisa ngerasain perasaan sang tokoh. Selain itu, fakta2 yang diceritain di sini juga menarik bgt, tentang NASA, Delta Force, astronomi, dunia intelijen, dll, dll. Ya novel lain juga gitu sih, tapi tetep aja keren. Udah gitu bagian actionnya dapet bgt, bener2 kerasa betapa mengerikannya dikejar-kejar Delta Force, yg udah jago, berdarah dingin, terus dikasih senjata canggih pula. Kerasa juga ngerinya kekuatan alam yg mampu mempermainkan dan menghabisi nyawa manusia.
Sayangnya, walaupun claim di awal ceritanya "All technologies described in this novel exist", ternyata nggak semuanya gitu (menurut Wikipedia sih). Sialan, padahal gua kira senapan berpeluru salju sama robot pengintai segede lalat beneran ada :-( Tapi nggak apa sih, toh malah bikin tambah seru, hehe...
Satu lagi hal yg gua sadari setelah baca novel ini: kekuasaan itu sesuatu yang berbahaya, apalagi di negara adidaya kaya AS. Liat aja gimana orang2 pintar yg nggak bersalah mati satu-persatu gara2 kekuasaan. Liat gimana seorang anak bermusuhan dengan ayahnya gara2 kekuasaan. Liat gimana dunia nyaris tertipu gara2 kekuasaan. Itu juga yang bikin gua puas sama endingnya Deception Point, tapi yg ini nggak perlu dispoil soalnya harus ngebahas keseluruhan ceritanya. Baca aja bukunya kalau mau tahu!
Kalo novel2 Dan Brown berikutnya seseru yg ini, bukan nggak mungkin si mantan musisi dan guru ini bakal jadi idola baru gua... Bayangkan betapa terhormatnya posisi itu! :-P

Iya nih kayaknya seruuu... Huuuh... tp bahasanya susah ga sih? Gw tuh dr waktu itu pengen beli versi aslinya Dan Brown tp takut yang aneh2 gt bahasanya... makanya ga jadi2 dan akhirnya gw cuma nungguin versi Indo-nya kluar.
Jadi penasarannn... [tp gw tetep baca spoilernya sih... ga ngefek soalnya, kalo mank seru bakal gw babat juga tuh buku!!] Aaaarrrgghhh...!!!
Meaningnya bagus banget yaa...
Posted by: inez-bosen-ah | August 13, 2006 06:14 AM
Hm, sedikit lebih gampang dari Sheldon kalo menurut gua, soalnya dia banyak mendeskripsikan.
Meaning dari judulnya atau moral dari ceritanya nih? Dua2nya bagus sih...
Posted by: arya 'Be-E-Ru' | August 13, 2006 06:35 PM
lam kenal...! beneran ada ya versi aslinya deception point? edisi indonya kapan terbit ya? soalnya dah ada cuplikannya di buku yang digital fortress.
Posted by: Ermita Putri | September 1, 2006 10:10 PM