Hey Jud... ika, don't let me down...

... you have found her, now go and get her!

Recently a single by Judika, one of Indonesian Idol last season's big three, has hit the market. It's called "Bukan Rayuan Gombal" (roughly Not an Empty Flattery). Despite a slightly too long (okay, not slightly, it's too long) first line in each verse, I find the song rather nice and memorable. Needless to say, many other Indonesians have an even higher opinion of the song. After all, he's an Idol, something millions of Indonesians dream to be, judging from the long lines at Bandung's Sabuga a few months ago for next season's audition.

However, after listening to the song a few times, I started to feel that some parts of it sound too familiar. After that, it didn't take long to find out the songs this one must be "inspired" by.

And they're from The Beatles! The Fab Four, no less!

Let's see... The chorus of BRG sounds almost exactly like the coda (end part that is repeated until the song fades out) of "Hey Jude". If you've heard the song, it's the part where they chant "Na, na, na, na... Make it true..." Try and listen to it, I've even tried singing the chorus to "Hey Jude"'s tune and vice versa, and it fits perfectly!

Meanwhile, the verses are from "Don't Let Me Down" with a few modifications in - you guessed it - the first line. So to verify the similarities, you need to start at the second line of each song.

I don't think this can be called plagiarism, however. It's just funny how a song can sound so similar to two other...

                            

Lega abis UTS Medan...

Tadi sore, sekitar jam 15.00, salah satu beban pikiran gua terangkat: UTS Medan udah lewat! Bisa nggak urusan nanti, yang penting sekarang nggak usah mikirin itu dulu...

Tadi sore harusnya ada halal-bihalal RK sama Boulevard, cuma karena mereka rapat dll. akhirnya nggak jadi, terus jadinya nonton acara musik jazz Apres di KBL. Boleh juga sekali2 nonton jazz, hehe... apalagi seseorang yang ditunggu-tunggu muncul :-D walaupun cuma ngobrol dikit... :-( Perjuangan masih panjang, Eru!!

Abis itu... nonton Detective Conan Live Action, prequelnya Detective Conan gitu tapi yang main orang beneran! Ceritanya kelasnya Shinichi dan Ran wisata gitu ke sebuah pulau terus ada orang yang menyebut dirinya "KIDNAPPER" melakukan pencurian ginjal... eh, itu mah kidney-taker ya, tapi loe pasti tahu kejahatan sebenarnya apa. Sebagai adaptasi komik tentunya ada beberapa bagian yang kerasa aneh, karena manusia nggak berekspresi dan berpakaian seperti tokoh komik, tapi di sisi lain feel komiknya lumayan dapat.

Tapi apa yang membuat gua tetap bangun sampai lewat jam setengah tiga pagi? Nggak lain adalah Google Earth! Buat yang belum tahu, Google Earth itu pada dasarnya program peta dunia digital 3 dimensi yang bisa dizoom sampai keliatan mobil2 di jalan, dan juga bisa dikasih model 3D gedung biar rasanya beneran terbang di atas kotanya. Selain itu, lokasi2 di peta bisa dikasih placemark yang bisa dibagi sama seluruh pengguna GE di dunia, jadi bisa tukaran berbagai macam informasi.

Nah, inilah yang gua lakukan selama satu jam terakhir, sebelum gua mutusin buat ngeblog dan abis ini tidur. Gua jalan2 keliling dunia terus baru sadar ada beberapa tempat yang belum ada placemarknya. Maka gua bikin deh. Yang gua bikin tadi misalnya Simpang Dago, Cisitu Asylum, sama LIPI. Kalau mau liat semua placemark yang gua udah publikasiin, silakan ke forumnya Google Earth terus cari semua posting yang dibikin sama petewarrior (kalau mau tahu caranya download aja dulu Google Earth).

Ngeliat kaya gini gua tadi sempat mikir, kenapa dulu gua nggak suka pelajaran geografi? Padahal gua suka jalan2, ngeliat dunia, ngeliat budaya dan orang2 yang beda, makanya nanti kalau udah kaya mau jadi backpacker (amiin)... Kemungkinannya dua: karena gua males, atau karena kurikulum geografinya malesin. Gua pilih yang kedua. Hehe.

Yah, gitulah, mau cerita aja sih, sekalian promosi placemark bikinan gua... Good night! ... Eh, good morning kali ya...

Wiro Sableng OST!!

Hm, sebenarnya gua lagi ada beberapa ide posting, tapi sampai gua sempat nulis nikmatin yg ringan2 aja ya...

Soundtrack film silat lokal yg paling yahoy!!

YEAHAHAHAHAAAAA!!!

_____________________
_______________ gagah perkasa
Siapa dia? Wiro Sableng!
Pembela kebenaran, pembasmi kejahatan
Itulah dia! Wiro Sableng!
Sikapnya lucu, tingkahnya aneh
Seperti orang yang kurang ingatan dan tak sadar
Dia selenge'an tapi cinta damai
Wiro Sableng disukai banyak orang
Wiro Sableng, dasar sableng
Gurunya gendeng, muridnya SABLENG!!

Aku melangkah menyusuri dunia
Mencari arti kehidupan
Walau rintangan menghalangi
Aku tetap tabah menghadapinya
Sibakkan tirai yang menyelimuti diri
Meraih satu ketulusan
Tegakkan keadilan seluruh jagad insani
Cahaya kemenangan menyatu hati nurani

Wiro, Wiro Sableng
Sinto, Sinto Gendeng
Muridnya sableng?
Gurunya gendeng?

Wiro Sasono, itu nama aslinya
Lahir dari ibu bernama Suci
Dengan ayah yang bernama Raden Ranawolang
Dan dibesarkan oleh seorang guru
Bernama Sinto Weni
Alias Eyang Sinto Gendeng
Atau Sinto, Sinto Gila

Wiro Sableng mewarisi sebuah senjata sakti
Berupa kapak
Bermata dua
Berhulu satu
Berkepala naga
Kapak Naga Geni 212 namanya
Senjata pamungkasnya Wiro Sableng
Yang hebat
Yang siap membasmi orang-orang jahat!!

Angka 212 memiliki makna di dalam kehidupan
Dalam diri manusia terdapat dua unsur
Ingat dunia ingat Tuhan
Segala yang ada di dalam dunia ini
Terdiri atas dua bagian
Yang berlainan namun merupakan pasangan
Semuanya tak dapat terpisahkan...

Wiro, Wiro Sableng
Sinto, Sinto Gendeng
Wiro, murid sableng
Sinto, guru gendeng

Muridnya sableng?
Gurunya gendeng?

Hehe... kalau diperhatiin ada bagian yang cuma dikasih sederetan underscore. Itu tandanya gua lupa apa kata2nya. Yang gua ingat pun belum tentu benar semua...

Jadi, kalau misalnya loe tahu lirik yang gua lupa atau salah, tolong kabarin ya! Boleh lewat comment, e-mail, YM, atau message FS.

Lebih bagus lagi... kalau loe bisa ngasih gua rekaman soundtracknya! Waah, gua akan sangat berterima kasih... Hehe...

Disco In Disguise Melakukan Rekaman Demo

Hello... Arya Antaputra melaporkan malam ini dari Studio Aru, Jl. Martadinata, Bandung, di mana band anyar Disco In Disguise sedang melakukan rekaman utk demo pertama mereka.

Demo ini akan berisi satu lagu ciptaan band ini sendiri, yg berjudul "7 PM". Lagu ini menceritakan ttg seseorang yg pergi ke acara musik disco bersama org yg dikasihinya.

Rekaman berlangsung dgn cukup lancar, diselingi hujat-menghujat dlm nuansa canda yg memang merupakan ciri khas dari para personel DID, yang terdiri dari Dhito (lead vocal), Arya (2nd vocal/dancer), Yudi dan Oxal (keyboard), Luthfi (guitar), Dim (bass), dan Oscar (drums).

Saat diwawancara, Luthfi mengatakan dirinya merasa excited bahwa akhirnya band ini telah mulai menghasilkan karya. "Padahal besok gue ujian nih, tapi gue nggak mau itu sampai ngeganggu nge-take malam ini," tambahnya sambil tertawa.

"Edan lah pokoknya!" timpal Oscar sambil memainkan gitar Fender Stratocaster boyongan Luthfi.

Bagi kebanyakan personel DID, take demo ini memang merupakan yg pertama selama mereka bermain musik. Pengecualian ada pada Dim, Oxal, dan Oscar, yg sudah pernah melakukan hal serupa dgn band2 mereka sebelumnya. Biarpun begitu, semuanya terlihat bersemangat walaupun telah berada di studio sejak pukul 14.00.

Rencananya, demo ini akan dikirimkan ke beberapa stasiun radio dan label indie di kota Bandung.